Menganalisis gaya kepemimpinan


 1. Bill Gates (Microsoft)

Bill Gates merupakan pemilik perusahaan besar Microsoft, awal kepemimpinannya Bill Gates memiliki gaya kepemimpinan yang cenderung birokratik. Semua keputusan kecil maupun besar harus diputuskan oleh Bill Gates sehingga dia menjadi titik kemacetan karena pengambilan keputusan terkesan lambat. Namun, dengan mengetahui itu akhirnya Bill Gates mengubah gaya kemimpinannya dengan reorganisasi ini dia membebaskan para eksekutif mengambil keputusan (Down top decision making). Tetapi Bill Gates tetap mengontrol bisnisnya lewat diskusi informal non-hirarki, dengan gaya langsung yang tetap berorientasi bisnis. 

Bill Gates menerapkan dua gaya kepemimpinan berdasarkan waktu dan situasi (Situational Leadership). Ketika di awal-awal berdirinya Microsoft, hanya Gates (bersama co-foundernya Steven Allen) yang bisa mengotorisasi suatu pengambilan keputusan (Telling, D1). Ini disesuaikan dengan masih kurangnya kompetensi dan belum kelihatannya komitmen dari manajemennya. Seiring dengan waktu dan perkembangan organisasinya, Gates kemudian mengubah gaya kepemimpinannya menjadi Delegating (D4) dengan mendelegasikan secara penuh tugas dan tanggung jawab.


2. Steve Jobs (Apple)

Steve Jobs memiliki gaya kepemimpinan yang otokratis dimana dia memainkan perannya dalam segala urusan yang terkait perusahaannya. Dengan gaya kepemimpinan yang bertipe keras membuatnya sulit untuk menerima saran dari oranga lain, menetapkan tujuan pribadi untuk kepentingan perusahaan, dan menganggap perusahaan adalah milik diri sendiri merupakan gambaran kepemimpinan CEO Apple. 

Dengan gaya yang otokratis ini membuat Steve Jobs kalah dengan Bill Gates. Steve Jobs yang kerap memainkan perannya untuk memutuskan segala hal dalam perusahaannya. Dengan gaya kepemimpinannya ini Steve Jobs kerap mengambil keputusan yang juga mengandung resiko besar. Namun sebenarnya gaya kepemimpinan ini tidak cocok diterapkan pada perusahaan teknologi yang menuntut kreativitas dan ide-ide baru. Tetapi Steve Jobs dapat menunjukkannya dengan suksesnya perusahaan Apple miliknya.


3. Jack Ma (Alibaba)

Jack Ma menerapkan gaya kepemimpinan transformational leadership style. Ia memberdayakan karyawannya dan memotivasi mereka untuk mencapai kesuksesan. Jack Ma memiliki keterampilan untuk memahami manajemen perubahan untuk memimpin perusahannya. Jack Ma merupakan orang yang visioner, tidak mudah menyerah, berani mengambil resiko serta tidak takut akan perubahan. Jack Ma juga merupakan seseorang yang tidak kenal lelah belajar. Kepribadiannya pun dikenal sangat baik, ia mampu merangkul karyawan dan rekan kerjanya bekerja keras untuk mencapai cita-cita perusahaan.

Jack Ma juga merupakan seseorang yang sangat positif. Ia mampu mengatasi dirinya sendiri ketika mengalami kegagalan dan pantang menyerah. Itulah yang menjadikan Jack Ma sebagai pemimpin yang sukses dan berhasil dipandang dunia.


4. Jeff Bezos (Amazon)

Jeff Bezos dikenal sebagai pemimpin yang transformasional dan berorientasi pada tugas. Agar Bezos bisa terus berinovasi dan mengembangkan perusahaannya, dia mencari dan terus mencari cara untuk menjadi inovatif. Dia adalah seorang pemimpin yang dikenal karena merencanakan dan memberikan hasil melalui kreativitas. Dengan tujuan jangka panjang Jeff Bezos dan kebutuhan serta keinginan publik, koneksi dibuat untuk membantu melayani pelanggan. Karena kemampuannya untuk berinovasi dan berimajinasi, ia mampu membuat perusahaannya tumbuh dan berkembang seiring waktu.


5.  Mark Zukherberg (Facebook)

Mark Zukherberg memiliki tiga gaya kepemimpinan yang diterapkannya dalam memimpin perusahaannya antara lain, lain otokratis, demokratis dan laissez-faire. Pada gaya kepemimpinan otokratis Mark Zukherberg akan mengarahkan para karyawannya untuk mencapai visinya, gaya kepemimpinan ini sangat cocok diterapkan saat mengambil keputusan di saat kritis. Sedangkan gaya kemimpinan demokratis atau democratic leadership merupakan kepimimpinan yang sangat efektif dan mempunya tingkat produktivitas dan moral yang tinggi. Dan gaya kepemimpinan Laissez Faire merupakan gaya kepemimpinan dimana seorang pemimpin percaya dan memberikan kebebasan untuk karyawannya. 

Dengan gaya kepemimpinan Mark Zukherberg yang sangat kharismatik itulah membuat banyak karyawannya suka dengan kepemimpinannya. Cara Mark yang memberikan kebebasan pada karyawannya membuat karyawannya merasa dapat mengembangkan skill nya yang lain. Tak heran bahwa Mark Zukherberg merupakan boss yang sangat disukai oleh para karyawannya.

Komentar

Postingan Populer